October 20th, 2011

Tak Mampu Mendua

Rasanya lagi galau banget! Merasakan yang namanya sedih, marah, bingung, dan nyaris putus asa. Entahlah, apa namanya ini. Bosan? Jenuh? Atau apa? Aku hilang di tengah arah yang menuntunku untuk melangkah, tapi aku seperti menemukan kembali cahayaku yang baru.

Aku sadar, ini hanyalah sekedar pelarian dan aku terus berusaha untuk lepas dari cinta yang salah ini. Tapi rasanya sulit. Dia yang kini menjadi bagian dari hari-hariku yang baru. Cinta ini salah karena dia berbeda dari apa yang selama ini aku cari. Dia bukan seseorang yang bisa mengendalikan dirinya untuk tidak merokok, dan aku benci itu! Itulah alasan yang membuatku ingin melupakannya dan kembali ke cinta lamaku. Aku lelah berlari dan aku ingin kembali ke peristirahatan itu.

Sungguh, aku sudah berusaha sekuat tenagaku untuk kembali. Sungguh, aku sudah berusaha untuk mengendalikan perasaanku sebelum aku dikendalikan oleh perasaan. Dia, cinta lamaku, adalah sosok yang selama ini aku cari. Jalanku sangat panjang untuk bisa mencintainya seperti saat ini, dan aku sangat enggan untuk melepasnya begitu saja. Hanya saja, satu hal yang membuatku nestapa. Dia nggak ada untuk membantu menemukan jalanku yang lama. Aku sendirian di sini. Tersesat, berusaha menemukan jalan pulangku ke rumah yang lama.

Jujur, aku membutuhkannya. Aku butuh dia untuk menyemangatiku dan memanggilku pulang ke hatinya. Dan jujur, aku tak mampu mendua.