October 7th, 2011

Steve Jobs: Semangat, Napas, dan Energi Apple

Steve Jobs. Mungkin masih banyak orang yang asing denger nama itu. Tapi buat aku, nama adalah salah satu orang yang bener-bener bisa bikin aku kagum dan mikir, “Orang ini keren banget!”

Steve Jobs adalah salah satu pendiri Apple, di usia 21 tahun. Itu umurku beberapa bulan lagi dan aku nggak bisa kaya dia. Bersama-sama dengan Steve Wozniak, pada tahun 1976, mereka membangun dan mengembangkan Apple yang kala itu cuma punya satu produk: Machintos. Tapi Apple berhasil jadi salah satu perusahaan yang punya cakar di deretan perusahaan terkemuka lainnya.

Pada tahun 1985, di dalam tubuh Apple terjadi perebutan kekuasaan internal. Benci dengan bisnis yang bercampur dengan politik, Jobs memilih untuk mengundurkan diri dan membangun sebuah kerajaan baru yaitu NeXT Computer yang kemudian perusahaan itu memiliki anak perusahaan yang kita kenal saat ini sebagai Pixar, perusahaan animasi yang membuat film, misalnya Toy Story dan Monster Inc.

Ingatkah pada masa-masa Apple mengalami masa nyaris bangkrut? Hal itu terjadi sekitar tahun 1996 dan akhirnya perusahaan itu dibeli oleh NeXT Computer. Jobs kembali ke dalam tubuh Apple dan dia meluncurkan gadget-gadget “era pasca-PC” dimana iPod, iPhone, iTunes, dan iPad bercokol di dalamnya. Di bagian itulah alasan yang membuat saya begitu kagum pada Steve Jobs. Kecintaannya pada Apple yang membuatnya terus berjuang untuk Apple. Hal ini yang membuatnya sering mengisi lembar-lembar majalah Forbes. Dia adalah semangat, napas, dan energi di dalam tubuh Apple.

Jaman dulu, produk Apple, khususnya Machintos, sering disebut sebagai produk yang “individualis”. Kenapa? Karena produk-produk itu cuma bisa pake software dari Apple juga, nggak bisa kita pakein Windows atau sejenisnya. Tapi saat ini, beberapa software udah bisa diinstall di Windows atau di Machintos. Ini adalah salah satu upaya Jobs buat melahirkan kembali Apple.

Bulan Juli 2011, Jobs mengumumkan mundur sebagai CEO Apple dan mengangkat Tim Cook sebagai penggantinya. Sebelum dia meninggalkan Apple, dia telah membuat seri iPhone terbaru yaitu iPhone 4S yang diharapkan dapat membantu Cook agar diterima di kalangan penggemar produk Apple. Namun sayang, ekspekstasi ini berbuah harapan kosong. Peluncuran perdana iPhone 4S yang dilakukan tepat sehari sebelum kematian Jobs ternyata hasilnya jauh dari memuaskan.

Steve Jobs, telah dikalahkan oleh kanker pankreas pada tanggal 5 Oktober 2011 dalam usia 56 tahun. Kecintaannya pada Apple akan selalu jadi inspirasi banyak orang dan dia juga akan selalu menjadi bagian dari sejarah Apple.